KOMENTAR ANTHROPOLOGI

Posted On April 8, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped one response

Komentar : Kebudayaan Korupsi

      Linda Araini Feb 26th, 2008 at 4:01 pm

Kebudayaan dikatakan sebagai hasil karya manusia, entah itu baik atau buruk termasuk contohnya, korupsi. Segala tindakan yang dilakukan manusia semuanya pasti terekam dalam otak masing – masing berawal dari sebuah ide kemudian tindakan dan hasil dari tindakan tersebut.
Jika korupsi itu dianggap sebagai tindakan yang salah, kenapa masih banyak yang melakukannya, itu artinya korupsi itu enak dan menguntungkan. Dengan melakukan korupsi semuanya jadi mudah, misalnya mau dapat nilai bagus tinggal nyogok. Jika hal seperti itu sudah tertanam di otak kita sejak kecil maka sulit untuk mengubahnya. Biasanya karena sudah terbiasa makanya jadi suka, jika sudah suka lama – lama jadi betah dan akhirnya keterusan dan menjadi keharusan untuk melakukan korupsi.Bagus atau tidaknya hasil kebudayaan semuanya tergantung pada manusia itu sendiri sebagai penghasil kebudayaan

 

 

Komentar : Bangsa Pelaut, Bangsa Saudagar

      Linda Araini Feb 26th, 2008 at 3:17 pm

Dilihat dari letaknya yang strategis,Indonesia termasuk negara yang menjadi incaran para penjajah karena berada dipersilangan dua benua dan dua samudera serta terletak di jalur pelayaran internasional ( Selat Malaka ), Indonesia juga terkenal sebagai pulau penghasil rempah – rempah ( Spices Island ), oleh karena itu banyak bangsa – bangsa lain terutama bangsa barat ingin menanamkan pengaruhnya untuk mengambil keuntungan dari bangsa Indonesia.

Pada kenyataannya, Indonesia telah lama dijajah oleh bangsa asing, selama itu juga pola berpikir masyarakat telah teracuni
Menurut saya, dahulu kala saudagar menjajah dalam bidang perekonomiannya, sekarang pun masih sama hanya saja bedanya dulu masih tradisional sedangkan sekarang sudah modern dengan paham kapitalisme yang diperkuat dengan globalisasi,ditandai dengan membanjirnya produk – produk luar yang masuk ke Indonesia dan hal ini menyebabkan produk – produk dalam negeri sendiri tidak dapat bersaing. Produk- produk yang dihasilkan oleh perusahaan asing seperti sepeda motor, Hp,barang – barang elektronik lain dll.yang diciptakan sesuai selera masyarakat kita yang terkenal konsumtif.Hal ini secara tidak langsung sudah menandakan Indonesia masih dijajah oleh bangsa asing.

 

 

Komentar : Proses Belajar Kebudayaan

      Linda Araini Mar 5th, 2008 at 8:20 pm

Untuk bisa menghasilkan sebuah kebudayaan, manusia itu terlebih dahulu melalui 3 proses belajar yaitu internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi. Internalisasi merupakan proses yang panjang karena bermula sejak seorang individu itu dilahirkan.Dalam kurun waktu tersebut, individu itu bisa mengetahui dan merasakan banyak hal seperti perasaan hasrat, nafsu dan emosi dalam menjalani hidup.Kemudian saat dia mulai terjun ke lingkungan masyarakat maka dia mulai bersosialisasi dengan orang lain.Hal ini terjadi karena pada hakekatnya manusia itu tidak bisa hidup sendiri. Untuk menjalani hidup, manusia itu harus mengadakan kontak dengan individu lainnya.Dalam bersosialisasi tersebut, individu itu memepelajari sistem sosial dan norma yang ada di lingkungan masyarakat tersebut.Dalam bersosialisasi, pastinya ada kendala yang dihadapi, pertentangan dan konflik bisa saja terjadi.Kemudian proses yang ke tiga yaitu enkulturasi, dimana segala pengetahuan yang dilihat dan diajarkan kepada individu baik dalam keluarga ataupun dalam bermasyarakat, pelan – pelan dimasukkannya ke dalam alam pikirannya sehingga segala apa yang akan diperbuatnya akan disesuaikan dengan norma atau peraturan yang berlaku.
Dalam belajar kebudayaan itu ada 3 proses yang saling berkaitan satu dengan lainnya.Karena setiap individu pasti mengalami 3 proses tersebut baik disadari ataupun tidak guna meningkatkan kualitas dan taraf hidupnya di masyarakat

 

 

Komentar : Kepribadian, Pengantar Populer

      Linda Araini Mar 9th, 2008 at 7:59 pm

Manusia itu lebih sempurna daripada binatang jika dilihat dari segi kepemilikan akal dan pikiran. Namun kadangkala akal dan pikiran manusia itu tidak berfungsi dengan baik jika sudah menyangkut yang namanya nafsu.Sifat yang tadinya ibarat kata itu jinak bisa berubah menjadi beringas manakala didalam nuraninya memiliki keinginan atau hasrat kepada sesuatu yang tidak semestinya yang ingin segera dipenuhi namun terkendala dengan norma – norma yang ada.Akibat dari ketidaktercapaiannya maksud atau keinginan terpendam tersebut maka muncullah emosi sebagai puncak dari rasa kekecewaan.Pada titik tersebut maka manusia yang tadinya dikaruniakan akal dan pikiran tak bisa lagi mengontrol emosi dan memilah mana yang baik dan buruk.

 

.

     Komentar Anthropologi : Penyebaran (Unsur – unsur ) kebudayaan

      Linda Araini Mar 18th, 2008 at 4:58 pm

Masuknya suatu kelompok manusia ke suatu tempat akan selalu diiringi dengan masuknya unsur- unsur kebudayaan yang dimilikinya.Masuknya kebudayaan itu bisa melalui cara damai atau cara kasar.Dengan masuknya unsur – unsur kebudayaan yang baru tersebut akan memperkaya kebudayaan di tempat yang didatangi tersebut.Namun hal ini juga bisa membawa dampak buruk jika unsur – unsur kebudayan yang masuk tersebut tidak disaring terlebih dahulu karena walau bagaimanapun kebudayaan yang dihasilkan oleh manusia itu ada yang baik dan ada yang buruk.Jika kebudayaan yang masuk tersebut malah menghilangkan identitas asli dari suatu kebudayan yang telah dimiliki, bukankah itu suatu dampak yang buruk.
Selagi manusia masih melakukan interaksi dengan manusia lainnya, maka akan selalu ada kesempatan untuk masuknya suatu kebudayaan baru.Hanya sekarang yang menjadi masalah adalah bagaimana kita sebisa mungkin memfilter dan memilah mana kebudayaan yang cocok bagi kita yang memiliki budaya timur. Karena pada kenyataannya bisa kita lihat seperti Hp dan internet sebagai hasil budaya yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan untuk tujuan yang tepat malah disalah fungsikan menjadi sarana negatif.Seharusnya kita bisa memanfaatkan hasil kebudayaan luar tersebut untuk membuat kemajuan yang berarti.
Disinilah pendidikan kita berperan penting dalam pembentukan sikap dan kepribadian yang berkualitas dan berintelektual tinggi agar bisa menyikapi budaya luar yang masuk dengan bijaksana.

 

Komentar Anthropologi : Akulturasi

            Linda Araini Mar 31st, 2008 at 8:10 pm

Bisa dikatakan kalau akulturasi adalah suatu proses yang bisa memperkaya khasanah budaya walaupun tidak semua budaya yang masuk itu bisa diterima karena pada dasarnya setiap umat manusia akan sangat sulit menerima suatu kebudayaan yang bertentangan dengan nuraninya. Semisal saja, penyebaran agama oleh kaum penyiar agama tertentu yang masuk ke suatu tempat yang sudah lebih dahulu memeluk agama yang diyakininya, pasti tidak dapat menerima agama baru tersebut karena mereka sudah menganut agama yang diyakininya, apalgi jika penyiaran agama tersebut secara memaksa pasti akan mengalami kekacauan.
Suatu kebudayaan yang merupakan hasil dari akulturasi, bisa kita lihat pada seni wayang nusantara yang dipengaruhi oleh budaya India pada masa Hindu- Budha. Pengaruhnya bisa kita lihat yaitu sumbangsih pada cerita dari epos Mahabrata dan Ramayana yang selalu dimainkan pada pementasan wayang.
Akulturasi adalah salah – satu proses penyebaran unsur – unsur kebudayaan dari individu kepada individu lain, atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Melalui akulturasi kebudayaan lama dihadapkan dengan kebudayaan baru yang lambat laun diterima dan dikombinasikan dengan kebudayaan asli pada suatu kelompok manusia sehingga menghasilkan kebudayaan baru. Melalui proses ini, kebudayaan baru yang telah diterima oleh suatu kelompok manusia tersebut dengan tidak menghilangkan identitas asli dari kebudayaan yang mereka miliki bisa diteruskan dan disebarkan pada masyarakat luas sampai umat manusia di dunia dapat menikmati gunanya. Dengan adanya akulturasi, bangsa kita bisa memiliki dan menikmati beraneka ragam budaya dan suku bangsa, hal itulah yang membedakan bangsa kita dengan bangsa lainnya.

 

Komentar Anthropologi : Asimilasi ‘Bergurulah ‘ ke Indonesia

Linda Araini Mar 31st, 2008 at 9:00 pm

Asimilasi memang kebanyakan dipikirkan sebagai hal yang negatif,walaupun ada juga yang memandangnya sebagai hal yang positif.Memang sangat sulit untuk mencari tahu apakah suatu kebudayaan yang masuk kedalam kebudayaan lain akan bersifat menghapuskan / menghilangkan kebudayaan yang ada atau malah bersatu dengan kebudayaan lama dan menciptkan kebudayaan baru (akulturasi). Dalam contoh sehari-hari dapat dilihat bagaimana budaya yang nenek moyang kita wariskan lama-lama mulai luntur/hilang karena sudah tidak diperhatikan lagi,hal ini disebabkan masyarakat cenderung leih menyukai budaya luar yang dirasa lebih modern,praktis dan gaya.Kita ambil contoh mengenai permainan tradisonal,banyak sekali yang sudah tidak mengenal permainan tradisionalnya,contohnya seperti enggrang, bagunduh, lempar gasing, balogo,badaku,dll. Sekarang masyarakat lebih mengenal yang namanya Playstation, Bilyar, skateboard, track-trackan, clubbing, shopping, dll.Secara langsung maupun tidak langsung didalam hal ini telah terjadi asimilasi dimana kebudayaan lama yang ada telah tergantikan dengan kebudayaan yang baru.
Tapi, syukur sekarang sudah ada beberapa orang yang mau menyadari hal tersebut dan berusaha untuk kembali kepada kebudayaan aslinya dan berusaha melestarikan serta mempublikasikan kepada masyarakat contohnya sekarang sudah ada sanggar – sanggar budaya yang bertujuan untuk melestarikan budaya asli.

 

 

 

 

Komentar Anthropologi : Inovasi

      Linda Araini Apr 8th, 2008 at 4:51 pm

Proses inovasi sudah tentu sangat erat sangkut-pautnya dengan penemuan baru dalam teknologi. Oleh karena itu suatu penemuan biasanya juga merupakan suatu proses sosial yang panjang yang melalui tahap khusus yaitu discovery dan invention. Penemuan baru terhadap suatu teknologi yang belum pernah ada sebelumnya kemudian lambat laun dikenalkan kepada masyarakat sehingga mereka mengakui, menerima dan menerapkan penemuan baru itu. Namun, penemuan baru tersebut juga harus bisa disesuaikan dengan keperluan masyarakat
Penemuan baru tersebut menimbulkan suatu proses sosial yang membawa unsur budaya karena disini penemuan baru terutama dalam bidang teknologi adalah juga bagian dari sebuah kebudayaan yang terdiri dari beberapa unsure yaitu salah satunya ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Penyebaran suatu kebudayaan melalui penemuan baru terutama berupa tekhnologi yang melalui suatu media tentunya bisa tanpa harus disertai orang atau kelompok manusia sehingga hanya pikiran atau ide orang tersebut yang hadir. Misalnya penemuan Komputer dan adanya akses internet, yang lambat laun diterima oleh masyarakat dan diakui keberadaannya serta dimanfaatkan fungsi dan sarana dari media tersebut. Melalui media tersebut, berjuta – juta orang menggambarkan persepsi serta mengemukakan beragam ide – ide yang berbeda satu sama lain serta beraneka macam informasi mulai dari gaya hidup, politik, ilmu pengetahuan dan kebudayaan dari berbagai negara bisa kita dapatkan melalui internet tanpa harus berjumpa sekelompok orang dari negera – negara yang bersangkutan.
Pendorong penemuan baru itu bisa berupa (1) kesadaran para individu akan kekurangan dalam kebudayaan; (2) mutu dari keahlian dalam suatu kebudayaan ; (3) sistem perangsang bagi aktivitas mencipta dalam masyarakat. Kesadaran yang ada pada tiap masyarakat akan adanya kekurangan – kekurangan itu sebagai hal yang memang harus diterima atau mungkin tiap individu itu merasa tidak puas dengan keadaan yang ada dan berusaha untuk berbuat sesuatu guna mengatasi dan memperbaiki kekuarangan yang mereka sadari itu. Selain itu untuk mencapai mutu yang tinggi diperlukan adanya pengoreksian terhadap hasil – hasil karya yang sudah ada agar dicapai kesempurnaan. Untuk menghasilkan suatu penemuan baru yang bermutu tinggi dan berkualitas bagus juga diperlukan adanya perangsang bagi para ahli yang menciptakan penemuan baru tersebut seperti diberikannya ganjaran berupa kehormatan dari umum dan kedudukan yang tinggi atau harta benda.
Dalam penemuan baru juga dikenal dengan istilah evolusi karena suatu inovasi itu perlu jangka waktu yang lama , harus melewati suatu rangkaian panjang yang biasanya individunya besifat pasif berbeda dengan proses inovasi yang individunya bersifat aktif

One Response to “ KOMENTAR ANTHROPOLOGI ”

  1. Ersis Warmansyah Abbas

    Siip … mana tulisan lainnya?

Respond now.